JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia bersama delapan negara muslim yang tergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza untuk mendorong solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian permanen bagi rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Penegasan itu disampaikan Prabowo usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis siang waktu setempat.
“Kami tentunya berkomitmen ya, tadi beberapa negara muslim, semua menegaskan komitmen kami untuk benar-benar mencapai perdamaian abadi, dan satu-satunya (jalan menuju) perdamaian abadi — dalam beberapa pernyataan sikap kelompok delapan negara-negara muslim yang diundang pertama kali untuk melaksanakan atau ikut dalam usaha Board of Peace ini — bagi kami, solusi yang riil dan abadi adalah solusi dua negara,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan.
KTT tersebut merupakan pertemuan puncak pertama BoP yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Forum itu berlangsung sekitar tiga jam dan dihadiri para pemimpin serta perwakilan negara anggota. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing delegasi menyampaikan pandangan dan sikap resmi terkait upaya pemulihan dan perdamaian di Gaza.
Menurut Prabowo, jalannya pertemuan berlangsung kondusif dengan sejumlah laporan perkembangan terkait situasi terkini di Gaza, terutama setelah diberlakukannya gencatan senjata. Ia menyebut terdapat kemajuan dalam distribusi bantuan kemanusiaan serta penyusunan rencana pemulihan jangka ke depan.
“Alhamdulilah, tadi berjalan dengan baik, lancar. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai. Saya kira aliran bantuan makan, bantuan kebutuhan rakyat Gaza — saya kira — tertinggi selama beberapa tahun. Jadi, makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras. Kemudian, kita lihat rencana-rencana ke depan, nampaknya sangat serius tadi. Kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan perdamaian ya,” ujar Presiden Prabowo.
Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa proses pemulihan Gaza tidak akan berjalan tanpa hambatan. Dalam forum tersebut, ia menekankan masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama oleh negara-negara anggota BoP.
“Tadi dalam pernyataan singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan di depan, banyak hambatan, tantangan, obstacles, tetapi kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina,” kata Presiden Prabowo.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mewaspadai potensi gangguan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan penyelesaian konflik secara menyeluruh. Menurutnya, upaya perdamaian kerap menghadapi resistensi dari berbagai sisi.
“Tentunya, kita harus waspada kelompok-kelompok yang selalu ingin menggagalkan penyelesaian menyeluruh pasti ada dari semua pihak,” ujarnya.
Kendati berbagai tantangan masih membayangi, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap arah kerja Board of Peace ke depan. Ia meyakini, jika komitmen bersama tetap dijaga, kondisi masyarakat Palestina di Gaza dapat membaik secara signifikan.
“Masa depan, rakyat (Palestina di Gaza, red.) akan jauh lebih baik,” ujar Prabowo.





