SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) meminta bantuan para jurnalis untuk ikut serta mencari siswa bagi program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Hingga awal Agustus 2025, program tersebut masih minim pendaftar.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, mengatakan bahwa dari target 50 siswa di tiap jenjang, hingga kini baru empat siswa tingkat SMP yang mendaftar. Sementara untuk tingkat SD, hanya ada satu calon siswa yang masih dalam tahap pertimbangan oleh orang tuanya.
“Target pembukaan Sekolah Rakyat direncanakan pada Agustus ini, tetapi jumlah pendaftar masih sangat minim. Untuk SD kemarin ada satu pendaftar, tapi orang tuanya masih bimbang,” ungkap Mustangin, Jumat (1/8/2025).
Mustangin menambahkan, pihaknya telah mengerahkan seluruh jajaran Pemkab untuk mencari calon peserta, namun belum membuahkan hasil optimal. Karena itu, ia berharap insan pers dapat turut membantu menyebarluaskan informasi sekaligus menjaring minat masyarakat.
“Setiap kali ada wartawan yang menghubungi, saya selalu sampaikan agar dibantu mencari siswa. Kami harap teman-teman media bisa ikut mendorong partisipasi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, belum pastinya jadwal peluncuran program juga menjadi salah satu kendala dalam proses sosialisasi. Namun, Pemkab memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung Sekolah Rakyat akan dikirim pada rentang waktu 1 hingga 7 Agustus 2025.
“Untuk launching-nya belum ditentukan tanggalnya, tetapi logistik dan fasilitas sudah direncanakan datang awal bulan ini,” pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pendidikan nonformal yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo sebagai solusi alternatif bagi anak-anak kurang mampu yang belum tertampung di sekolah reguler.





