PAMEKASAN — Satuan Tugas Makmur Bersama Gizi (Satgas MBG) Kabupaten Pamekasan menggelar rapat koordinasi (rakor) di ruang Wahana Bina Praja Sekretariat Daerah, Rabu (15/10/2025). Rapat ini dipimpin oleh Plh Sekda Pamekasan Didik Hariadi dan dihadiri Koordinator Wilayah BGN Pamekasan Hariyanto Ramansyah, 30 kepala dapur penerima program, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Didik Hariadi menyampaikan, rakor tersebut digelar untuk mempercepat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pamekasan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan di lapangan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Semua pihak kita libatkan agar pelaksanaan program berjalan optimal, sesuai target dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Didik, hingga pertengahan Oktober 2025 terdapat 78 dapur yang telah mengantongi izin operasional, dengan 57 di antaranya sudah aktif berproduksi. Pemerintah daerah menargetkan total 88 Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) dapat beroperasi di seluruh kecamatan pada akhir tahun ini.
“Satgas MBG hanya memastikan seluruh pelaksanaan berjalan baik dan tepat sasaran. Saat ini Pamekasan menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dalam capaian pemenuhan program SPPG,” kata Didik.
Rakor tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi langsung bersama para kepala dapur. Dalam sesi itu, peserta menyampaikan sejumlah kendala dan masukan untuk memperkuat efektivitas program di tingkat lapangan.
“Program ini masih tergolong baru, regulasinya terus berkembang dan butuh kehati-hatian dalam pelaksanaannya,” tambah Didik.
Ia menegaskan, Satgas MBG akan terus berinovasi agar pelaksanaan program SPPG berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Ramansyah menilai peran Satgas MBG sangat penting dalam menjaga keberhasilan program. Selain membantu koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas juga berfungsi melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh dapur penerima manfaat.
“Harapannya, seluruh proses berjalan lancar dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan ketahanan pangan dan gizi keluarga,” pungkas Hariyanto.*





