KPPPA Dorong ASN Perempuan Perkuat Kompetensi Komunikasi untuk Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan

KPPPA Dorong ASN Perempuan Perkuat Kompetensi Komunikasi untuk Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menegaskan kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, terutama mereka yang menduduki atau dipersiapkan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy 2026, yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan di lingkungan birokrasi.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, mengatakan kualitas komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas kepemimpinan seorang ASN.

“Kemampuan komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam kompetensi manajerial seorang ASN. Semakin tinggi jabatan seorang ASN, semakin tinggi pula tuntutan terhadap kualitas dan kemampuan komunikasi yang dia miliki,” kata Iip Ilham Firman di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, kehadiran perempuan pada posisi strategis di birokrasi tidak sekadar mencerminkan keterwakilan gender, tetapi juga berkontribusi dalam melahirkan kebijakan publik yang lebih inklusif, responsif terhadap isu gender, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:  DPRD Pamekasan Desak Pemkab Kembalikan Status UHC Jadi Prioritas

Karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan perlu dibarengi dengan penguatan kompetensi, termasuk kemampuan membangun komunikasi yang efektif.

Sebagai bagian dari pelatihan, Kementerian PPPA menghadirkan motivator sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Merry Riana, untuk memberikan materi mengenai pengembangan keterampilan komunikasi kepada para peserta.

Iip menjelaskan, penguatan kemampuan komunikasi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja ASN perempuan, baik dalam koordinasi internal maupun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami ingin mendorong para peserta memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karena sering kali dalam pelaksanaan tugas kedinasan, ketidakmampuan berkomunikasi dapat mempengaruhi hubungan kerja, baik di lingkungan internal maupun dengan mitra eksternal,” kata Iip Ilham Firman.

Melalui sesi Upgrade Communication Skill, peserta dibekali strategi membangun komunikasi yang efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan untuk menghadapi tantangan di lingkungan birokrasi.

BACA JUGA:  Pemkab Pamekasan Salurkan 200 Paket Sembako untuk Abang Becak

Pada kesempatan yang sama, Merry Riana membagikan pengalaman dan pendekatan praktis dalam membangun komunikasi yang kuat bagi perempuan ASN. Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan secara tepat menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin.

“Komunikasi adalah bagian dari keseharian kita semua. Hingga saat ini kita masih melihat banyak blunder yang terjadi hanya karena salah komunikasi atau salah ucap, terutama dari seseorang yang mengemban jabatan. Meski demikian akan selalu ada ruang untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik,” ujarnya.

KPPPA berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kompetensi ASN perempuan sehingga semakin siap menduduki posisi kepemimpinan strategis sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *