Bulog Siagakan Stok Beras di Bandara dan Pelabuhan untuk Percepatan Bantuan Bencana

Bulog Siagakan Stok Beras di Bandara dan Pelabuhan untuk Percepatan Bantuan Bencana

Jakarta – Perum Bulog menyiapkan stok beras di sejumlah bandara dan pelabuhan strategis di wilayah Sumatera hingga Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai langkah percepatan penyaluran bantuan pangan bagi korban bencana alam.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan setiap titik bandara dan pelabuhan disiagakan pasokan beras minimal 20 ton hingga 50 ton. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat, terutama ke wilayah yang akses daratnya masih terputus akibat bencana.

“Seluruh jajaran Bulog di daerah terdampak kami minta menyiapkan stok beras di bandara dan pelabuhan. Jumlahnya minimal 20 ton sampai 50 ton untuk memastikan bantuan bisa segera dikirim,” ujar Rizal saat meninjau ketersediaan beras di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.

BACA JUGA:  BPW Indonesia Tekankan Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

Ia menjelaskan, sejumlah daerah di Sumatera seperti Bener Meriah, Takengon, Agam, dan Tapanuli Tengah masih mengalami keterbatasan akses akibat banjir berkepanjangan dan kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut membuat jalur udara dan laut menjadi alternatif utama dalam penyaluran bantuan pangan.

Dengan penempatan stok di bandara dan pelabuhan, lanjut Rizal, Bulog tidak perlu lagi mengirim beras dari gudang yang jaraknya jauh sehingga proses distribusi ke daerah terisolasi dapat dilakukan lebih responsif selama masa tanggap darurat.

BACA JUGA:  Jelang Idul Adha, Pemkab Pamekasan Luncurkan Program Ternak Kurban Sehat

Bulog memastikan ketersediaan stok siaga dipantau setiap hari dengan batas minimal 20 ton di setiap titik. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Kamis (11/12) setelah Bulog menilai potensi masa tanggap darurat bencana di Sumatera akan berlangsung cukup panjang.

Selain beras, Bulog juga menyiapkan komoditas pangan lain seperti minyak goreng dan gula untuk mendukung operasional dapur umum sesuai kebutuhan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *