DEPOK – Manajemen Persija Jakarta mulai membuka komunikasi terkait peluang mendatangkan penyerang naturalisasi, Mauro Ziljstra, pada bursa transfer. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pelatih Persija, Maurizio Souza.
“Sedang berbicara. Saya pikir belum deal, tapi sudah ada bicara antara mereka (manajemen dengan Mauro),” kata Souza saat ditemui di Persija Training Ground, Depok, Senin.
Meski demikian, Souza menegaskan wacana penambahan pemain di lini depan tidak didasari ketidakpuasan terhadap jajaran penyerang yang saat ini dimiliki Persija, di antaranya Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, Allano de Souza, dan Alaaeddin Ajarai.
“Kalau saya punya kesempatan dari jendela transfer, mungkin bisa kesempatan untuk bawa (Lionel) Messi ke sini, ya kenapa saya tidak bawa karena saya punya Allano? Bukan karena saya tidak puas dengan pemain yang saya punya,” ujarnya.
Souza juga merespons sorotan warganet mengenai semakin banyaknya pemain naturalisasi di kompetisi BRI Super League, termasuk di tubuh Persija. Ia menilai anggapan tersebut perlu dilihat dari sisi regulasi liga.
“Saya lihat di internet banyak orang komentar. Tapi kita harus mengerti peraturan liga. Naturalisasi tidak ambil tempat pemain asing. Mereka juga belum tentu jadi pemain inti. Yang main adalah pemain yang respon baik di latihan dan pertandingan,” katanya.
Pelatih berusia 50 tahun itu menambahkan kehadiran pemain naturalisasi justru dapat meningkatkan daya saing tim sekaligus kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Di sisi lain, Souza mengungkapkan hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan manajemen Persija terkait perpanjangan kontraknya yang akan berakhir pada Juni mendatang.
“Belum, belum ada komunikasi,” ujarnya singkat.
Souza menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim menghadapi rangkaian pertandingan selanjutnya, termasuk laga kontra Arema FC pada Minggu (8/2) dalam lanjutan BRI Super League 1.
“Saya sekarang fokus ke pertandingan. Kita masih ada waktu untuk pikir soal itu. Kalau dari saya dan klub mau, kita akan duduk untuk bicarakan,” kata Souza.*





