Danantara Hadiri Pertemuan BEI–MSCI, Tegaskan Posisi sebagai Pembeli Saham

Danantara Hadiri Pertemuan BEI–MSCI, Tegaskan Posisi sebagai Pembeli Saham

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memastikan akan menghadiri pertemuan antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, kehadiran Danantara dalam pertemuan tersebut hanya bersifat pendampingan dan tidak terlibat langsung dalam proses diskusi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan pertemuan dengan MSCI sepenuhnya menjadi agenda BEI bersama regulator pasar modal.

“Ya nanti kan saya hanya ngikutin aja, nonton aja di sini. Yang nanti meeting adalah IDX kok. Yang meeting IDX,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, Senin.

Pandu menjelaskan, peran Danantara Indonesia di pasar modal nasional lebih difokuskan sebagai pembeli saham. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia serta valuasi saham yang dinilai menarik menjadi alasan utama Danantara melihat peluang investasi di pasar saham domestik.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Bahas Pemberantasan TBC dan Evaluasi Program MBG bersama Wamenkes

“Karena kami merasa saham-saham di Indonesia itu menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik. Kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis, membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh Bursa regulator ini sangat cepat lho,” ujarnya.

Pada Senin sore, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) menggelar pertemuan secara daring dengan MSCI. Dalam agenda tersebut, OJK dan SRO memaparkan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia.

BACA JUGA:  Pemkab Pamekasan Serahkan Bantuan Jeriken Subsidi dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 500 Nelayan

Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain rencana peningkatan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen, peningkatan transparansi kepemilikan saham emiten khususnya di bawah 5 persen, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, kinerja pasar saham pada perdagangan Senin menunjukkan tekanan yang cukup signifikan. Hingga pukul 15.27 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 440,20 poin atau 5,28 persen ke level 7.889,40.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.737.058 transaksi dengan volume mencapai 44,09 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,98 triliun. Sebanyak 49 saham menguat, 722 saham melemah, dan 42 saham stagnan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *