JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin petang. Pertemuan tersebut membahas isu strategis sektor kesehatan, dengan fokus utama pada percepatan pemberantasan tuberkulosis (TBC) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, penanganan TBC masuk dalam agenda quick win pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, selain pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pertama, untuk bagaimana pemberantasan tuberkulosis (TBC) bisa lebih baik, dan bagaimana, kan quick win pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran kan adalah bagaimana penanganan kasus tuberkulosis merupakan program utama, di samping makan bergizi gratis. Karena saya ahli paru dan momennya pas, beliau ingin tahu input dari saya. Itu saja hari ini,” kata Benjamin usai pertemuan.
Benjamin menyampaikan, Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka kasus TBC di Indonesia yang saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menjadikan penanganan TBC sebagai prioritas nasional guna menekan angka kasus secara signifikan.
“Kalau kita nomor dua di dunia kan bagaimana? Mau jadi negara maju kok kasus TB-nya tinggi sekali? Setelah India, Indonesia. Jadi Pak Presiden minta supaya kita fokus menangani sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Benjamin mengungkapkan telah melakukan sosialisasi program penanganan TBC di 12 provinsi dengan melibatkan para pimpinan daerah. Ia menilai, penanganan TBC harus dilakukan secara komprehensif agar rantai penularan dapat diputus secara efektif.
Selain isu TBC, Presiden Prabowo juga menugaskan Benjamin untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya pada aspek implementasi di lapangan serta dampaknya terhadap penurunan angka gizi buruk dan stunting. Pengawasan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Benjamin menambahkan, peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak, diharapkan mampu mendorong perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan manusia yang turut diperkuat melalui program sekolah rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Intinya bahwa kalau kita bisa menurunkan stunting, lalu menaikkan gizi anak Indonesia, maka SDM kita akan lebih baik. Maka dengan sekolah rakyat itu apa tujuannya? Masyarakat yang kelas bawah diangkat, mereka dididik, dapat makanan bergizi, sehingga kualitas SDM kita makin hari makin baik. Intinya itu ya,” katanya.*





