Mobil Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Pengemudi Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Pengemudi Diduga Mengantuk

JAKARTA – Sebuah mobil jenis Hyundai Santa Fe menabrak pagar rumah mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada dini hari tadi. Akibatnya, pagar tersebut rusak cukup parah dan kini tengah ditangani oleh pihak terkait.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.45 WIB, saat kondisi di kawasan tersebut masih sepi. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, membenarkan insiden itu dan menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian. “Benar kami mendapat informasi tentang adanya peristiwa penabrakan pagar rumah tersebut,” ujar Murodih kepada wartawan.

Dari penyelidikan awal, pengemudi mobil yang menabrak pagar berinisial HP (35) diduga kehilangan kendali karena mengantuk. “Penabrak mungkin ngantuk kali dia, jadi out of control,” kata Murodih menjelaskan dugaan sementara penyebab kecelakaan tersebut.

BACA JUGA:  BPW Indonesia Tekankan Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

Foto-foto yang beredar memperlihatkan pagar berwarna hitam yang telah terlepas dari posisinya dan sebagian besi pagar terlihat lepas dari rangka utamanya. Batu penopang pagar juga tampak terangkat akibat benturan.

Meski kejadian berlangsung pada dini hari, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Murodih mengatakan bahwa, hingga saat ini, penyebab pasti masih didalami oleh pihaknya. “Masih didalami juga (penyebab pasti kecelakaan),” ujarnya.

Selain itu, pengemudi mobil juga dilaporkan tengah dalam proses mediasi dengan pihak keluarga Jusuf Kalla untuk menyelesaikan kerusakan yang ditimbulkan. “Rencananya akan ada mediasi untuk diperbaiki kerusakan yang ada di sana,” tambah Murodih.

BACA JUGA:  Kemenekraf Apresiasi Musisi Legendaris lewat Penghargaan Marketeers Music Icon 2025

Sebelumnya sempat beredar informasi lain bahwa pengemudi bisa saja berada dalam keadaan tidak sadar atau mabuk saat kejadian, namun pernyataan resmi dari kepolisian menegaskan bahwa dugaan utama adalah rasa kantuk yang membuat pengemudi kehilangan kendali, dan tidak ada indikasi kuat bahwa alkohol menjadi faktor penyebab.

Saat ini, polisi masih terus memeriksa fakta-fakta di lapangan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh serta memastikan semua tanggung jawab dan penyelesaian kerusakan berjalan sesuai prosedur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *