Gubernur Kepri Minta Perhitungan Kontribusi Pariwisata terhadap PDRB Diperluas

Gubernur Kepri Minta Perhitungan Kontribusi Pariwisata terhadap PDRB Diperluas

TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta pemerintah pusat memperluas cakupan perhitungan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), agar dampaknya terhadap perekonomian daerah dan nasional semakin besar.

“Kami berharap Kementerian Pariwisata dapat berdiskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) RI untuk memperluas area perhitungan kontribusi pariwisata. Sektor ini memiliki efek berganda paling besar bagi perekonomian,” kata Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Jumat (15/10/2025).

Menurut Ansar, perhitungan kontribusi sektor pariwisata selama ini masih terbatas pada industri perhotelan serta restoran atau usaha makan dan minum. Padahal, aktivitas wisatawan mencakup banyak aspek lain yang turut menggerakkan roda ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Kadispora Bandung Dicopot, Tersandung Kasus Korupsi Dana Hibah Pramuka

“Mulai dari penggunaan transportasi seperti taksi, konsumsi di kedai atau warung kecil, hingga layanan spa dan hiburan, seharusnya semua itu masuk dalam perhitungan kontribusi pariwisata,” ujarnya.

Ansar menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB. Saat ini, kontribusi pariwisata terhadap PDRB Kepri baru mencapai sekitar 4 persen.

“Tahun ini, target PDRB sektor pariwisata Kepri mencapai sekitar Rp17 triliun,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kepulauan Riau termasuk tiga besar daerah dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. Setiap daerah di Kepri juga terus mengembangkan potensi pariwisata sesuai karakter wilayah masing-masing.

BACA JUGA:  Miss Universe Indonesia Tampilkan Kebaya Motif Garuda di Pembukaan Miss Universe 2025

Ansar mengungkapkan, jumlah kunjungan wisman ke Kepri sempat mencapai 2,8 juta orang pada 2019, namun anjlok menjadi sekitar 400 ribu saat pandemi COVID-19 melanda. Setelah situasi berangsur pulih, tren kunjungan wisata kembali meningkat.

“Selama Januari hingga Agustus 2025, sudah ada 1,8 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Kepri, sementara wisatawan nusantara mencapai 2,2 juta orang,” ujarnya.

Dengan peningkatan itu, Ansar optimistis target kunjungan wisata hingga akhir tahun bisa melampaui capaian sebelum pandemi.

“Kami yakin hingga akhir 2025 jumlah wisman ke Kepri bisa menembus 2 juta orang dan wisatawan nusantara mencapai 3,5 juta. Biasanya kunjungan meningkat menjelang akhir tahun,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *