Jakarta — Perum Bulog memperkuat penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 42 kabupaten/kota di wilayah Papua Raya guna menjaga ketersediaan pasokan serta menekan potensi kenaikan harga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan distribusi dilakukan secara serentak melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan. Upaya ini ditujukan agar beras SPHP dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“Melalui kegiatan GPM serentak, Bulog memastikan beras SPHP tersalurkan cepat dan merata ke seluruh Papua Raya, termasuk daerah-daerah yang akses distribusinya menantang,” ujar Rizal dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Pemerintah secara resmi melepas penyaluran sebanyak 4.634 ton beras SPHP dalam sebuah kegiatan di Markas Polda Papua. Pelepasan tersebut dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan dihadiri Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, serta Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.
Rizal menegaskan Bulog telah menyiapkan armada dan infrastruktur logistik untuk mendukung distribusi besar-besaran tersebut. Menurutnya, koordinasi intensif dilakukan bersama TNI-Polri, Bapanas, dan pemerintah daerah agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga beras stabil di akhir tahun,” kata Rizal.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyatakan Polri mendukung penuh pengamanan dan kelancaran distribusi beras SPHP, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Penyaluran ini adalah langkah cepat agar masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau dan distribusinya berjalan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan wilayah Papua menjadi prioritas dalam program stabilisasi pangan nasional. “Papua harus merasakan kehadiran negara. Beras SPHP harus tersebar merata dengan kualitas terjaga dan harga tetap stabil,” katanya.
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap ketahanan pangan di wilayahnya. Ia menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung pengawasan distribusi agar bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Melalui sinergi lintas lembaga, pemerintah berharap penyaluran beras SPHP mampu menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun ritel di Papua Raya, sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru tanpa kekhawatiran terhadap gejolak harga pangan.





