Semarak HUT ke-81 RI, Ibu-Ibu Ikut Lomba Tarik Bus di Terminal Kalideres

JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, berlangsung meriah. Sejumlah ibu-ibu bersama peserta lainnya mengikuti lomba tarik bus yang digelar untuk menyemarakkan peringatan 17 Agustus, Minggu.

Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengatakan peserta lomba berasal dari berbagai kelompok yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan terminal. Mereka antara lain karyawan perusahaan otobus (PO), agen PO bus, pegawai Dinas Perhubungan, pelaku UMKM, hingga pedagang asongan.

“Pesertanya dari karyawan PO Bus, yang kedua dari agen-agen PO Bus, lalu dari pegawai Dishub, UMKM, dan pedagang asongan di terminal. Jadi tujuannya untuk memeriahkan terminal dan kebersamaan para pelaku usaha di dalam terminal bus,” kata Tyo kepada wartawan di lokasi, Minggu.

Salah satu peserta, Ena (48), mengaku telah mempersiapkan kondisi fisiknya sejak pagi sebelum mengikuti perlombaan. Namun, persiapan tersebut ternyata belum cukup untuk menghadapi beratnya armada bus yang harus ditarik.

“Udah disiapin tenaganya. Tapi tenaganya tiba-tiba hilang karena berat busnya,” kata Ena di lokasi, Minggu.

BACA JUGA:  Kemenperin Bentuk Pusat Krisis Industri Dampak Pembatasan Gas Bersubsidi

Bagi Ena, lomba tarik bus bukan pengalaman pertama. Ia kembali mengikuti perlombaan tersebut setelah sebelumnya berpartisipasi pada 2025.

Meski harus mengerahkan tenaga untuk menggeser bus, Ena justru melontarkan candaan ketika ditanya mengenai perbandingan berat bus dengan beban kehidupan.

“Lebih berat beban hidup dari pada beban bus,” ujar Ena berkelakar.

Dalam perlombaan tersebut, Ena tergabung dalam satu tim yang beranggotakan sekitar 15 orang. Timnya berhasil memenangkan pertandingan.

“Kita bukannya mengharapkan hadiahnya ya, buat keseruannya aja, buat ngeramai-ramaiin 17 Agustus aja,” tuturnya.

Ia berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Semoga ke depannya Indonesia lebih baik daripada tahun kemarin,” tuturnya.

Peserta lainnya, Nila (47), juga mengaku merasakan keseruan saat mengikuti lomba tarik bus tingkat tersebut. Menurutnya, peserta harus mengerahkan seluruh tenaga agar kendaraan bisa bergerak.

“Pengalaman seru banget. Semangat 45 dah nariknya. Pokoknya busnya berat banget,” ujar Nila.

BACA JUGA:  Mobil Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Pengemudi Diduga Mengantuk

Nila menilai lomba tarik bus memiliki tantangan yang berbeda dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Jika menghadapi beban hidup dibutuhkan ketahanan mental, lomba tersebut justru menuntut kerja sama seluruh anggota tim.

“Jangan ditanya kalau beban hidup mah. Kalau beban hidup kan mental ya, kita jalanin aja. Kalau ini (bus) kan bareng-bareng, ketarik sama kita. Harus ada kerja sama kelompok,” imbuhnya.

Bus yang digunakan dalam perlombaan merupakan armada bus tingkat Gunung Harta dengan bobot diperkirakan mencapai 20 ton. Para peserta harus bekerja sama dan mengerahkan tenaga untuk menggeser kendaraan tersebut.

Meski berlangsung dalam suasana kompetitif, canda dan sorakan peserta membuat perlombaan berlangsung semarak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan para pekerja dan pelaku usaha di lingkungan Terminal Kalideres.

Selain tarik bus, panitia menyiapkan sejumlah perlombaan khas perayaan HUT RI. Di antaranya catur, sepak bola perempuan, joget terong, joget balon, balap karung, tarik tambang, hingga lomba makan kerupuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *